Minggu, 15 Maret 2009

Stimulus Fiskal Menjadi Solusi

Ancaman badai PHK kian meradang membuat pemerintah harus segera turun tangan sebelum terlambat. Langkah yang perlu ditempuh dengan memberikan stimulus fiskal bagi sektor riil. Di tengah badai krisis keuangan global yang kian menakutkan peran pemerintah sangat diperlukan. Yang ditandai dengan penurunan permintaan terhadap berbagai komoditas. Fenomena tersebut menggambarkan daya beli masyarakat yang kian tergerus seiring badai tersebut.

Tanda penurunan angka pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu dampak dari krisis global. Yang dapat berbuntut pada pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran. Untuk mencegah hal itu bertambah parah pemerintah Indonesia harus mulai meningkatkan daya beli masyarakat. Salah satu yang telah ditempuh ialah dengan memberikan stimulus fiskal.

Yang Melatarbelakangi Kekerasan

Kekerasaan seakan telah menjadi budaya, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Institut Titian Perdamaian, selama tahun 2008 terjadi 1.136 insiden kekerasan di Indonesia. Yang artinya setiap hari rata-rata terjadi 3 insiden kekerasan di Indonesia. Sungguh sangat memprihatinkan Indonesia yang kaya akan keberagaman juga tidak terlepas dari kaya akan kekerasan.

Berbagai macam kekerasan kian mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia. Dimana Institut Titian Perdamaian mencatat beberapa kekerasan yang menonjol selama tahun 2008, yaitu penghakiman massa sebanyak 30% atau 338 insiden, tawuran dengan 21% atau 240 insiden, konflik politik dengan 16% atau 180 insiden. Kemudian menyusul konflik sumber daya ekonomi sebanyak 11% atau 123 insiden, konflik sumber daya alam sebanyak 10% atau 109 insiden. Pengeroyokan menempati urutan selanjutnya dengan 4 % atau sebanyak 47 insiden. Disusul oleh Konflik etnis/agama sebanyak 2% atau 28 insiden, dan lain-lain sebanyak 5% atau 56 insiden.

Berkompetensi

Berbagai harapan dan impian kian mewarnai penyelenggaraan masuk bersama yang diikuti oleh 27 PTS terkemuka di Indonesia. Dengan program studi yang ditawarkan sebanyak 361 prodi, meliputi 188 program studi (prodi) kelompok IPA dan 173 program studi kelompok IPS. Terobosan yang dilakukan PTS dalam melakukan seleksi penerimaan mahasiswa baru perlu mendapatkan apresiasi positif.

Penyelenggaraan ujian bersama yang dilakukan 27 PTS berpeluang menciptakan persaingan dengan PTN. Pasalnya, standar seleksi telah disetarakan dengan seleksi penerimaan mahasiswa baru PTN. Yang diharapkan dapat meningkatkan kualifikasi dalam penerimaan mahasiswa baru.

Mendorong Perekonomian Domestik

Beberapa waktu lalu pemerintah resmi mengeluarkan larangan melakukan impor terhadap sejumlah komoditas. Upaya tersebut merupakan langkah proteksionisme pemerintah dalam mendorong perekonomian dalam negeri. Ketetapan itu merupakan upaya yang ditempuh pemerintah dalam mengatasi dampak dari krisis keuangan global.

Ditengah krisis keuangan global yang semakin kronis sejumlah negara termasuk Indonesia memberlakukan proteksi terhadap perekonomian domestik. Kebijakan itu diambil agar neraca perdagangan tetap positif. Pasalnya, dengan kondisi saat ini jelas permintaan akan barang ekspor mengalami penurunan drastis. Namun, hal itu tidak di ikuti oleh impor sejumlah negara termasuk Indonesia. Hal itu membuat neraca perdagangan sejumlah negara berada dalam posisi negatif.

Perlindungan yang dilakukan pemerintah dengan pelarangan impor sejumlah komoditas tidak hanya sebagai tindakan proteksionisme. Namun, langkah tersebut juga yang ditempuh pemerintah untuk mendorong perekonomian domestik. Yang mengalami penurunan produktivitas secara drastis, dengan diwarnai aksi PHK massal.

Ketakutan Kian Meradang

Ancaman PHK kian meradang seiring tren penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurut Kepala Bappenes Paskah Suzetta, PHK atas 200.000 orang itu bisa terjadi jika pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya hanya mencapai 4,5 persen.
Pemutusan hubungan kerja kian meresahkan seiring perekonomian yang kian lesu. Penurunan nilai ekspor, perlemahan nilai rupiah, dan IHSG yang terus tertekan menjadi gambaran perekonomian yang kian terpuruk. Kondisi ini akan terus memprihatinkan jika sentimen negatif terus terjadi dalam perekonomian Indonesia.
Keresahan akibat krisis keuangan global kian mencengkram pertumbuhan ekonomi dunia termasuk Indonesia ke level yang cukup rendah. Akibatnya, permintaan akan sejumlah barang komoditas mengalami penurunan yang relatif cukup tajam.

Dimana komoditas ekspor merupakan salah satu komponen yang ikut merasakan dampaknya. Berdasarkan prediksi InterCAFE pertumbuhan ekspor nonmigas tidak termasuk batubara pada tahun 2009 minus 3 persen. Perlambatan nilai ekspor bisa menjadi indikator goncangan bagi perekonomian Indonesia. Dibutuhkan kesigapan pemerintah dalam mengantisipasi hal tersebut, jika terlambat keterpurukan akan menghampiri negeri ini.

Keengganan Menurunkan Suku Bunga

Beberapa hari yang lalu Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan hingga 50 basis poin. Kebijakan tersebut sempat menggairahkan pasar saham domestik dengan ditandainya kenaikan harga sejumlah saham unggulan. Namun, kegembiraan tersebut tidak diikuti dengan penurunan suku bunga perbankan.
Kebijakan BI yang menurunkan suku bunga acuan hingga 50 basis poin merupakan upaya mengatasi keketatan likuiditas. Hal itu karena sentimen negatif dari pasar keuangan yang kian mempengaruhi perekonomian domestik. Dimana sejumlah lembaga keuangan dunia mengalami kerugian. Akibatnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang semakin melambat dari perkiraan sebelumnya.

Distorsi Akibat Kelangkaan Elpiji

MASYARAKATsaat ini telah dibingungkan oleh pasokan elpiji dari pertamina yang terhenti. Hal ini menggambarkan ketidaksiapan pemerintah dalam melaksanakan program konversi minyak tanah ke elpiji. Jika kondisi ini terus berlangsung bukan tidak mungkin kepercayaan masyarakat kepada pemerintah untuk beralih ke gas akan sirna. Program konversi minyak tanah ke elpiji terus digalakkan. Bahkan, beberapa waktu lalu di Yogyakarta pemerintah yang diwakili Direktur Jenderal Migas telah menyelenggarakan seminar bertajuk ”Ayo Beralih ke LPG”.Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada di masyarakat.

Di saat masyarakat sudah mulai beralih ke elpiji, kelangkaan malah terjadi.Keadaan ini menggambarkan pemerintah belum siap menjalankan program. Saat ini permintaan akan elpiji terus meningkat seiring pemerintah menggalakkan program konversinya.